Polres Dogiyai Duga Pemalakan Picu Penembakan yang Tewaskan Warga

9

JawaPos.com–Kapolres Dogiyai Kompol Samuel D. Tatiratu menyatakan, saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan yang menewaskan Yulianus Tebai, 30. Korban tewas di sekitar Kampung Gopouya, Kabupaten Dogiyai.

Menurut kapolres, dari laporan yang diterima terungkap insiden itu berawal kasus pemalakan terhadap sebuah truk sekitar pukul 13.00 WIT yang dilakukan sekelompok pemuda. Mereka dipengaruhi minuman beralkohol.

”Saat pemalakan tiba-tiba terjadi penembakan yang mengenai korban Yulianus Tebai hingga meninggal,” jelas Kompol Tatiratu seperti dilansir dari Antara, Sabtu (21/1) malam.

Dia mengatakan, setelah mendapat laporan adanya pemalakan anggota menuju TKP. Namun, setibanya di TKP ditemukan korban meninggal.

Setelah melakukan negosiasi dengan keluarga yang telah berada di TKP, korban dibawa ke Puskesmas Bomomani. Namun, di tengah jalan dicegat dan diserang massa menggunakan batu, kayu, dan alat tajam, sehingga anggota mengambil keputusan untuk mengamankan diri di Polsek Mapia.

”Diduga massa menyerang anggota karena tidak terima adanya warga yang menjadi korban penembakan. Sesaat kemudian terjadi pembakaran di beberapa kios serta perusakan terhadap dua kendaraan jenis truk,” jelas Tatiratu.

Kapolres Dogiyai mengaku, ada dua warga sipil, salah satunya sopir truk yang saat itu melintas menjadi korban penikaman. Jenazah korban sudah dibawa pihak keluarga dan saat ini anggota masih bersiaga guna mengantisipasi terjadinya aksi susulan.

Sebelumnya, aksi pembakaran juga terjadi di Pasar Moanemani, Kabupaten Dogiyai, pada 12 November 2022. Peristiwa itu berawal dari kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Noldi Goo, bocah berusia lima tahun di Kampung Ikebo, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai. Akibat kerusuhan tersebut menyebabkan 121 bangunan ludes terbakar termasuk enam kantor milik Pemda Dogiyai, 20 motor, dua truk, dan satu ekskavator.

Source