JawaPos.com – Protein adalah salah satu kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada anak dalam masa pertumbuhan, mereka membutuhkan zat pembangun yang banyak terdapat dalam protein hewani. Misalnya susu, daging, ayam, dan telur.

Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Prof. Hardiansyah mengatakan bahwa dasar dari pertumbuhan tulang ada pada tulang rawan. Zat gizi dari pangan hewani bisa membentuk tulang rawan tersebut.

“Artinya jangan hanya berpikir tentang kalsium dan mineral, tapi ketika ingin pertumbuhan tulang normal maka perlu juga protein hewani,” kata Prof. Hardiansyah dalam keterangan resmi Kemenkes baru-baru ini.

Selain pada pertumbuhan tulang rawan anak, asupan protein hewani pada ibu hamil sangat penting dalam mencegah stunting pada janin yang dikandungnya. Gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan menjadi salah satu penyebab utama anak lahir stunting. Salah satunya karena komponen gizi

“Ini bukti pemberian telur satu butir satu hari pada anak setelah pemberian ASI eksklusif itu menurunkan risiko stunting,” ungkapnya.

 

Konsumsi Protein Sebelum Hamil

 

Wakil Ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. dr. Budi Wiweko, Sp.OG menjelaskan pentingnya protein hewani dalam 270 hari pertama kehidupan atau 9 bulan dapat mencegah anak dari stunting. Tetapi di luar itu yang juga lebih penting dalam mencegah anak lahir stunting adalah 100 hari sebelum terjadinya kehamilan atau persiapan kehamilan.

Pada masa tersebut calon ibu dianjurkan mengonsumsi tinggi protein untuk persiapan sel telur dan sperma yang berkualitas, sehingga menghasilkan embrio yang baik dan janin yang berkualitas.

“Studi menunjukkan bahwa ibu hamil kita konsumsinya sebagian besar masih karbohidrat, sementara asupan protein masih sangat kurang,” tutur Prof Budi Wiweko.

Konsumsi tinggi protein hewani selain mencegah stunting juga dapat menurunkan morbiditas maternal dan perinatal atau angka kematian anak daj bayi. Protein juga mencegah terjadinya pertumbuhan janin terhambat, mencegah terjadinya eklamsia berat.

Source