Selamat Datang Sekda Surabaya Baru, Wali Kota Eri Lantik Ikhsan

7

JawaPos.com–Posisi Sekretaris Kota Surabaya (Sekretaris Daerah/Sekda) telah terisi. Posisi yang sebelumnya dinakhodai Hendro Gunawan itu, kini di bawah kendali Ikhsan. Selasa (25/1) siang, Ikhsan resmi dilantik Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Wajah Ikhsan tampak semringah. Setelah proses pelantikan, mantan kepala Dinas Pendidikan Surabaya era Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tersebut justru ngibrit meninggalkan area pelantikan di lantai dua Balai Kota Surabaya itu. Sebelum di posisi sekarang, Ikhsan mengemban amanat sebagai kepala Inspektorat Surabaya.

”Yang saya banggakan, yang saya lantik hari ini setelah Pak Hendro Gunawan (mantan Sekda Surabaya), kami sempat mengalami kekosongan. Dan, hari ini, dilantik sekda yang baru, Pak Ikhsan,” kata Eri di Balai Kota Surabaya.

Eri menuturkan, Ikhsan perlu segera menuntaskan PR-PR yang berkaitan dengan kondisi Surabaya. ”Ketika dilantik sekda baru, seharusnya kinerja pemkot harus lebih baik dari Pj Sekda. Masih banyak stunting, gizi buruk, pengangguran, dan kemiskinan. Harus punya target penurunan kemiskinan, stunting zero yang baru kecuali yang ada bawaannya,” tambah dia.

Tak hanya posisi Sekretaris Kota yang dirombak. Ada beberapa kecamatan dan kelurahan yang menerima orang baru. Eri menyampaikan, pada era kepemimpinannya, semua penilaian aparatur sipil negara digelar terbuka (transparan). Tidak ada penilaian yang berdasar suka dan tidak suka oleh wali kota atau siapapun.

Untuk naik pangkat, lanjut mantan kepala Bappeko Surabaya itu, tak perlu menunggu empat tahun. Apabila dalam setahun kemudian menunjukkan prestasi yang moncer, wali kota berjanji akan adil memberikan posisi yang sesuai hasil kinerja.

Ada beberapa problematika ketika Ikhsan duduk di kursi kepala Inspektorat Surabaya. Yang terbaru, dia berhadapan dengan kasus penggunaan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang tak sesuai fungsinya di Kertajaya Indah II milik pengusaha sarang burung walet, Bing Hariyanto. Kala itu, Agus Hartono, tetangga Bing, mengadu dan bersurat ke Inspektorat.

Tak hanya itu. Ikhsan juga menerima laporan terkait pungutan liar yang diadukan masyarakat sepanjang 2022. Totalnya 183 laporan pungutan liar.

Source