Sulit Lepas Cincin, Remaja Sangar Menangis dan Mengiba

8

JawaPos.com – ’’Ampun, Pak. Tolong saya, Pak. Janji nggak pakai aneh-aneh lagi, Pak,’’ rengek remaja dengan style punk saat berhadapan dengan tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya.

Robi, remaja 16 tahun itu, bukannya habis mencuri atau berbuat kesalahan fatal. Tim hanya berusaha menolong sambil menasihati remaja punk tersebut.

Saat itu, sebuah cincin logam melilit di jari tengah si anak punk tersebut. Cincin itu susah dilepas meskipun berbagai cara dilakukan. Mulai memberi pelumas, sabun, hingga minyak goreng, tapi gagal. Robi pun datang ke markas DPKP.

Niatnya mau meminta tolong. Petugas dengan sigap mau membantu memotong cincin yang memiliki duri tajam itu. Tapi, penjelasan si remaja cukup mengejutkan. Cincin bertanduk tersebut niatnya untuk melukai orang saat berkelahi.

’’Akhirnya, kami edukasi sambil kami tegasi. Kami bilang kalau cincin nggak bisa dipotong, terpaksa jarinya harus diputus. Eh, ternyata nangis kejer dia,’’ katanya.

Tim pun meminta si remaja berjanji untuk tidak lagi memakai cincin yang sama. Apalagi tujuannya melukai orang lain. Sambil menyeka air mata, Robi mengiyakan permintaan tim rescue.

’’Lega dia. Cincin bisa dilepas dengan cara dipotong. Tapi, ya itu tadi. Kalau sampai kejadian yang sama berulang, kami tidak akan membantu,’’ katanya.

Memang cincin indah sebagai perhiasan tangan. Namun, sering kali orang lupa bahwa jari-jarinya ikut membesar.

’’Banyak yang datang ke kami kondisi jari sudah bengkak dan cincin susah keluar. Biasanya, mereka diminta ke markas tim rescue oleh rumah sakit,’’ kata Komandan Regu Tim Rescue DPKP Surabaya Ghea Sebastian.

Source