JawaPos.com- Teka-teka kematian Ahmad Junaidi, warga Jerukgamping, Kecamatan Krian, Sidoarjo, akhirnya terkuak. Pemuda 25 tahun itu tewas setelah menjadi korban penganiayaan sejumlah orang. Tiga pelaku berhasil ditangkap. Seorang lagi masih buronan polisi.

Ketiga pelaku yang berhasil dibekuk adalah Dewa Buthena, 26, dan Bahrul Maghfiroh, 23, keduanya warga Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Seorang lagi berinisial W, 22, warga Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Blora, Jawa Tengah.

Pelaku tersebut ditangkap di waktu yang berbeda. Dewa dibekuk pada 4 Januari 2023, di Kelurahan Petungsari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Adapun Bahrul Maghfiroh dan W ditangkap pada 19 Januari saat melarikan diri ke Pulau Bali.

“Satu orang pelaku yang masih buron sampai saat ini adalah R alias B. Kami terus melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro seperti dilansir Jawa Pos Radar Sidoarjo, Selasa (24/1).

Dalam gelar perkara di Mapolresta Sidoarjo, salah seorang pelaku Dewa mengaku nekat mengeroyok korban karena kesal. Penyebabnya, korban ingkar janji. Dia mengungkapkan, awalnya korban Juanaidi menyanggupi untuk memasukkan ke salah satu perusahaan kopi. Dewa pun sudah menyetorkan duit Rp 1 juta ke korban.

Lalu, Dewa kembali memberikan Rp 300 ribu yang diminta korban dengan dalih untuk biaya seragam. Namun, pekerjaan yang dijanjikan korban itu tak kunjung terealisasi. Dewa mengaku terus menagihnya. Termasuk menghubungi melalui telepon. Namun, belakangan nomor Junaidi tidak aktif.

’’Ternyata, nomornya diganti. Ya karena kerja yang dijanjikan enggak ada, saya minta uangnya dikembalikan,” ujarnya di hadapan awak media.

Dewa lalu mengajak pelaku R alias B untuk menemui korban pada Sabtu, 24 Desember 2022 lalu, di tempat kerja korban di wilayah Sedati. Maunya menagih uangnya sebesar Rp 1,3 juta lantaran pekerjaan yang dijanjikan tak terwujud. Saat itu, korban hanya menyerahkan uang Rp 250 ribu. Sisanya dijanjikan akan dibayar kemudian.

Malam hari (30/12), keempat pelaku berpesta miras di kos Bahrul Maghfiroh. Di sela menenggak air haram itu, Dewa melaporkan kepada para pelaku jika masalahnya belum selesai.

‘“Mendengar hal itu, pelaku R alias B yang kini buron saat itu emosi dan mengajak para pelaku lainnya menemui korban di tempat kerja korban di Sedati,” ujar Kusumo dalam keterangannya.

Para pelaku mendatangi korban dengan mengendarai motor. Sesampainya di pintu mess tempat korban bekerja, para pelaku melihat korban tidur. Korban dibangunkan para pelaku. Dewa merangkulnya. Lalu, diseret ke jalan.

Nah, pelaku R alias B langsung memukul korban. Dilanjutkan pelaku lainnya dengan bergantian menggunakan tangan kosong. Akibatnya, korban pun tersungkur. Tergeletak tak sadarkan diri di tengah jalan. Lalu, pelaku meninggalkan korban di lokasi kejadian.

Korban ditemukan warga dan langsung dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Nahas, pada 3 Januari 2023, Junaidi tidak berumur panjang. Meninggal. Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 170 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun.

“Kemudian Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan mati dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun,” terang Kusumo.

Source