Tim INASAR tiba untuk pertolongan korban gempa Turki

43

Jakarta (ANTARA) – Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR Team) untuk pertolongan korban gempa yang terjebak di reruntuhan telah menginjakkan kaki di Adana, Turki, Minggu pukul 09.50 waktu setempat.

“Tim INASAR disambut oleh dua petugas di Posko Reception and Departure (RDC) Bandara Adana. Setelah mendapatkan pengarahan dari duta besar di Aksoy Hotel Adana, tim bergerak menuju Hatay,” ujar Pranata Humas Ahli Madya Basarnas Anjar Sulistyono dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta.

Baca juga: Kemenkes kirim 65 nakes bantu penanganan korban gempa Turki-Suriah

Anjar mengatakan, tim INASAR yang berjumlah 47 orang diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (11/2) pagi.

Tim tersebut membawa misi kemanusiaan, membantu urban SAR korban bencana gempa dengan magnitude 7,8 yang mengguncang negara Distrik Pazarcik Provinsi Kahramanras,Turki, pada hari Senin (6/2) malam.

Baca juga: Korban tewas gempa Suriah capai 3.553 jiwa

Misi kemanusiaan yang dikirim oleh Pemerintah Indonesia untuk membantu penanganan pascagempa bumi di Turki mendapat kepercayaan dari Badan Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) untuk menjalankan misi di Kota Antakya, Provinsi Hatay.

Informasi tersebut disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal, segera setelah melakukan koordinasi final dengan pimpinan AFAD.

Baca juga: KJRI Istanbul fasilitasi penyerahan bantuan untuk korban gempa Turki

“Ini sebuah kepercayaan. Atas arahan Menlu RI di hari pertama gempa, Tim KBRI sudah berada di empat daerah paling terdampak di hari kedua gempa, sebelum ada satu pun perwakilan asing yang ke daerah-daerah tersebut,” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, selain mengevakuasi WNI, pihaknya juga membuat penilaian di lapangan untuk mengidentifikasi daerah yang paling terdampak dan akan menjadi target Misi Kemanusiaan Indonesia.

Baca juga: Tim China bantu selamatkan korban yang terjebak reruntuhan di Turki
Baca juga: Lebih dari 20.665 korban tewas akibat gempa bumi di Turki

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2023

antaranews