JawaPos.com – Ucapan duka kepergian untuk Urip Suewondo masih membanjiri kolom komentar akun Instagram milik Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi hingga kini. Urip, ayahanda dari Eri, menghembuskan nafas terakhirnya itu di usia 77 tahun.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Tri Didik Adiono yang hadir di pemakaman Urip mengungkapkan, Urip adalah sosok ayah yang sabar, tegas, dan rendah hati. Dia pernah bertemu ketika mengantarkan Eri saat pelantikan menjadi wali kota kala itu.

“Beliau (Urip) orang baik. Hangat sekali dalam pembicaraan bersama dan beliau sukses melahirkan sosok pemimpin,” kata pria yang akrab disapa Didik Bledek itu kepada JawaPos.com.

Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni mengatakan, beberapa waktu lalu, ayah mertua dari Eri yang “pamitan”. Kini, lanjutnya, ayah kandung yang pergi selamanya. Dia menyampaikan, Eri harus ditinggalkan salah satu mentor kehidupannya sekaligus teladan kehidupan yang mengajarkan arti pengabdian serta kemanfaatan bagi sesama manusia yang lain. “Kami keluarga besar Partai Golkar Kota Surabaya menghaturkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” terangnya.

Terpisah, di mata Reni Astuti selaku wakil ketua DPRD Surabaya, Eri tak pernah mau menduakan kedua orang tuanya. Politikus PKS itu mengungkapkan, ketika ada agenda kemudian Eri hadir dan tiba-tiba diminta untuk kembali karena ada urusan yang menyangkut orang tua, maka Eri tak segan angkat kaki.

“Pak Eri itu tak pernah absen untuk urusan orang tuanya. Saya pernah di satu acara bareng begitu, lalu ada telepon dari orang tua Pak Eri. Pak Eri pamitan segera kembali ke rumah setelah membuka acara sejenak,” kenang Reni.

Di rumah duka, Ketintang Madya III/ 34 A, tampak hadir Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansah, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, serta jajaran pejabat di lingkup Pemkot Surabaya pada Minggu siang hingga malam (22/1). Para tamu yang hadir di rumah duka, turut mengiringi jenazah ke masjid Baitussalam hingga ke tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tembok Gede.

Setelah proses pemakaman usai, Eri menemui beberapa awak media dan masyarakat. Dia meminta agar dirinya dikoreksi ketika ada salah. Itu menjadi pengingat baginya dari ayahanda. Cak Eri menambahkan, ayahnya sempat mengalami sakit jantung pada 2018 lalu. Seiring berjalannya waktu, penyakit yang dialami Urip berangsur pulih. Lalu, kondisi kesehatannya sempat mengalami drop pada awal pandemi lalu.

Source