JawaPos.com – Atlet bulu tangkis asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, memenangkan titel India Open 2023. Di laga final yang digelar pada Minggu (22/1), Vitidsarn mengalahkan unggulan dari Denmark, Viktor Axelsen. Dia pun mengungkapkan strategi bisa mengalahkan Axelsen.

Vitidsarn mengaku telah belajar dari pengalaman saat melawan sang peringkat pertama dunia di sektor tunggal putra tersebut.

“Ini hasil yang besar bagi saya, karena saya kalah enam kali darinya (Axelsen). Saya tidak memiliki tekanan. Saya coba untuk menyerang lebih banyak. Saya mencoba untuk tidak berpikir terlalu banyak, dan terus beradaptasi seiring berjalannya pertandingan,” kata Vitidsarn, dikutip dari laman resmi BWF, Senin (23/1).

Vitidsarn menampilkan performa yang dinilai terkalibrasi dengan baik, serangan balik yang mantap, dan mampu bergerak cepat. Hal itu kemudian mampu melemahkan lawannya yang lebih besar.

Sementara itu, Axelsen, yang terakhir kali kalah di final saat melawan Lee Zii Jia di All England 2021, mengakui performa gemilang dari Vitidsarn.

Bagi atlet asal Denmark tersebut, bulu tangkis kini sangat kompetitif. Banyak pemain yang giat dan tekun demi terus berkembang dan memenangkan titel di ajang-ajang bergengsi dunia. Ia tak mengelak bahwa ada waktu dimana ia sebagai atlet, harus menelan kekalahan.

“Itu wajar saja, dan terkadang bagus untuk kalah. Itu membuat Anda tetap tajam dan membuat Anda bekerja keras dan itu memotivasi Anda. Beberapa kali terakhir melawan Vitidsarn, saya keluar sebagai pemenang, namun hari ini berbeda dan dia pantas menang. Saya harus terus bekerja keras dan semoga lain kali saya bisa mengalahkannya,” ujar Axelsen.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Vitidsarn atas kemenangannya, dia memainkan permainan yang hebat. Serangan saya di lapangan waktu itu bukanlah yang terbaik, dan itu adalah sesuatu yang harus saya lakukan dengan lebih baik lain kali,” imbuh pria yang akrab disapa Viggo tersebut.

Sebelum mengalahkan Axelsen di final, Vitidsarn menyingkirkan wakil Indonesia di semifinal, Anthony Sinisuka Ginting.

Source