Voli Pantai Nasional Sempat Bergairah dengan Adanya Sponsor Rokok

14

JawaPos.com-Kompetisi National Beach Volleyball League (NBVL) kali pertama diselenggarakan pada 19–24 Desember lalu di GOR Voli Pantai, Sidoarjo. Meski mendapat sambutan positif, turnamen voli pantai profesional di Indonesia itu butuh dukungan lebih banyak sponsor untuk bisa berkembang.

—–

Lebih dari lima belas tahun lalu voli pantai nasional sempat bergairah dengan adanya kompetisi yang disponsori salah satu produk rokok.

Saat itu, atlet-atlet terbaik di Indonesia seperti Agus Salim/Koko Prasetyo atau Andy Ardiansyah/Supriadi bertanding secara rutin. Tidak hanya melawan tim lokal, tetapi juga internasional.

’’Pengalaman di 2005 kami mendapat sponsor dari salah satu perusahaan rokok, kejuaraan di empat kota, live di televisi. Banyak peserta yang ikut, fasilitas dari penyelenggara bagus, dan hadiahnya cukup bagus juga,’’ kata Slamet Mulyanto, tokoh bola voli pantai Indonesia, ketika ditemui Jawa Pos Rabu (18/1) lalu.

Setelah itu, lanjut Yanto –sapaan akrab Slamet Mulyanto–, ada turnamen voli pantai Asia-Pasifik yang rutin diselenggarakan di Palembang sejak 2011. Namun, mulai 2018, turnamen tersebut tak lagi diputar.

’’Pergantian kepemimpinan di daerah juga berpengaruh,’’ kata sosok yang menjabat Kasi Bola Voli Pantai PP PBVSI tersebut.

Praktis, sejak saat itu tidak ada lagi turnamen voli pantai di Indonesia yang secara rutin bisa mewadahi atlet-atlet terbaik nasional untuk berkompetisi. Kejuaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) yang digelar tiap tahun pun bersifat lebih ke amatir atau pembinaan.

Nah, untuk menghidupkan lagi animo voli pantai profesional di Indonesia, PP PBVSI akhirnya menggelar kompetisi NBVL. Saat penyelenggaraan pertama Desember lalu, sejumlah perusahaan mulai bergabung. Misalnya, Butong yang mensponsori atlet putra Jatim atau Baweany yang berkekuatan atlet putri Jatim.

’’Jadi, NBVL ini seperti Proliga-nya voli pantai, perusahaan swasta yang mau terlibat dalam voli pantai bergabung,’’ kata Kasubid Kepelatihan Voli Pantai PP PBVSI yang juga pelatih voli pantai Puslatda Jatim Bambang Eko Suhartawan.

Kebetulan, PP PBVSI saat ini bekerja sama dengan salah satu stasiun penyiaran di Indonesia. Hal itu membuat animo NBVL semakin meningkat. Tayangan NBVL bisa disaksikan seluruhnya via layanan streaming dan sebagian melalui televisi.

’’Kalau disiarkan, pertama gairahnya lebih, kedua perusahaan bisa dapat iklan gratis,’’ kata Wawan, sapaan Bambang Eko Suhartawan. ’’Ketiga, kualitas event juga beda. Terakhir juga untuk menyosialisasikan voli pantai ke masyarakat di Indonesia,’’ lanjut Wawan.

Bagi atlet Jatim, kejuaraan tersebut juga cukup membawa keuntungan. Salah satu tim muda Jatim yang tergabung dalam SMANOR mampu melaju hingga babak semifinal nomor 2×2 putra. Selain itu, beberapa atlet muda lain mampu menunjukkan performa apik.

Tahun ini pengurus berharap semakin banyak perusahaan yang mau berpartisipasi. Tidak hanya mensponsori tim, tapi juga penyelenggaraan. Jika sponsor semakin banyak, kualitas kompetisi pun diharapkan bisa semakin meningkat.

’’Kalau misal sponsor mau ke voli pantai, kami berharap bawa pemain asing. Dengan adanya pemain asing, kami tidak usah tryout ke luar negeri (karena) sudah dapat lawan-lawan yang kualitasnya apik. Dengan begitu, insya Allah voli pantai Indonesia akan maju,’’ terang Yanto.

Source