Wowon Suruh Mertuanya Bunuh Siti, Lalu Mertua-Istrinya Dibunuh Juga

10

JawaPos.com – Nasib malang menimpa Noneng, mertua Wowon Erawan alias Aki. Dia diketahui disuruh oleh Wowon menghabisi Siti dengan cara dicemplungkan ke laut, namun nahas setelah itu Noneng juga ikut dibunuh sebagai korban pembunuhan berantai.

Peristiwa bermula dari Siti yang menagih harta yang dijanjikan oleh Wowon dari penggandaan uang. Wowon lalu menyampaikan harta itu ada di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Wowo memerintahkan Nonong untuk mengantar Siti ke NTB menggunakan kapal. Selanjutnya Siti dibunuh dengan cara diceburkan ke laut saat tiba di Surabaya. Setelah teridentifikasi, Siti dimakamkan di Garut, Jawa Barat.

Sedangkan Noneng dibunuh oleh Duloh yang masih menjadi bagian komplotan pembunuhan berantai Wowon. “Noneng itu dibunuh sama si Duloh. Jadi sebelum dibunuh si Duloh, si Noneng itu diantar oleh Wowon ke rumah Duloh,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Sabtu (21/1).

Setelah Noneng meregang nyawa, barulah Wowon menghabisi nyawa istrinya Wiwin. Wiwin sendiri adalah anak dari Noneng.

“Pada malam yang sama, Wiwin diantar oleh si Wowon ke rumah Duloh, lalu dieksekusi juga. Makanya dikubur dalam satu lubang,” ucap Trunoyudo.

Jasad Noneng dan Wiwin ini dikuburkan dalam sebuah lubang yang sama yang ada di area rumah di daerah Cianjur. Jenazahnya ditemukan sudah berbentuk kerangka manusia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan kasus tewasnya tiga orang di Ciketingudik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat tidak murni keracunan. Para korban dipastikan tewas akibat diracun. Korban meninggal adalah ibu dan anak atas nama AM, 35; RAM, 21; dan MR, 19.

“Dari fakta awal ada fakta baru bahwa narasi yang dikembangkan mati keracunan tidak benar, tapi itu pembunuhan,” kata Fadil.

Tak hanya itu, kasus ini disebut Fadil sebagai pembunuhan berantai. Masih ada korban-korban lain. Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan 3 orang tersangka. Mereka yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan M Dede Solehudin.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 380 KUHP tentang pembunuhan, juncto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Mereka terancam pidana 20 tahun penjara, atau penjara seumur hidup atau pidana mati.

Source